News Update

Monday, February 13, 2012

10 PTS Swasta dengan Jurusan TI Terbaik

Ilustrasi : ist.


JAKARTA – Tidak ada salahnya melirik perguruan tinggi swasta (PTS) sebagai tempat studi. Terlebih, beberapa kampus swasta memiliki keunggulan dalam berbagai bidang tertentu, salah satunya teknologi informasi (TI).

Survei atas para manajer di sejumlah perusahaan yang kerap kali melakukan perekutan karyawan menunjukkan, Universitas Bina Nusantara (Ubinus) menempati urutan pertama dalam daftar PTS yang memiliki jurusan TI berkualitas. Berdasarkan persepsi dan pengalaman para manajer tersebut, terdapat sembilan PTS lainnya yang juga memiliki kualitas baik, yaitu:

1. Ubinus
2. Universitas Gunadarma (Gundar)
3. Institut Teknologi Telkom (IT-Telkom), Bandung
4. Universitas Trisakti (Usakti)
5. Universitas Pelita Harapan (UPH)
6. Institut Teknologi Nasional (Itenas)
7. Unikom Bandung
8. Universitas Budi Luhur
9. Universitas Tarumanegara (Untar)
10.Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung

Ke-10 PTS ini dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang berminat dan memiliki passion dalam bidang Teknologi Informasi jika tidak ditermia dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Kuliah di PTN maupun PTS bukan jaminan untuk medapatkan kesempatan kerja. Jika mampu membawa diri serta beradaptasi dengan kampus baru tersebut, maka akan mengantarkan kesuksesan padamu.(rhs)
 
(http://kampus.okezone.com) 

Inilah 50 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia, Asia dan Indonesia Tahun 2012




Pada awal tahun 2012, 4 International Colleges and Universities (4ICU) sebagai lembaga pemeringkat perguruan tinggi telah mengumumkan peringkat perguruan tinggi terbaik dunia. Pemeringkatan dilakukan terhadap 11.000 perguruan tinggi di 200 negara di dunia.
Untuk 14 besar perguruan tinggi terbaik dunia diduduki oleh perguruan tinggi di Amerika Serikat. Massachusetts Institute of Technology tetap bertengger di puncak di antara perguruan tinggi yang lain di seluruh negara di dunia.
Berikut secara berjenjang, daftar 50 besar perguruan tinggi terbaik dunia, terbaik Asia dan terbaik Indonesia yang dirilis oleh 4ICU pada awal 2012 ini.
.
50 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Dunia:
  1. Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat
  2. Stanford University, Amerika Serikat
  3. Harvard University, Amerika Serikat
  4. University of California, Berkeley, Amerika Serikat
  5. The University of Texas at Austin, Amerika Serikat
  6. Cornell University, Amerika Serikat
  7. University ofMichigan, Amerika Serikat
  8. University of Pennsylvania, Amerika Serikat
  9. University of Washington, Amerika Serikat
  10. Penn State University, Amerika Serikat
  11. Columbia University, Amerika Serikat
  12. University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat
  13. University of Minnesota, Amerika Serikat
  14. University of California, Los Angeles, Amerika Serikat
  15. Universidad Nacional Autónoma de México, Meksiko
  16. Yale University, Amerika Serikat
  17. Purdue University, Amerika Serikat
  18. University of Cambridge, Inggris
  19. University of Oxford, Inggris
  20. Carnegie Mellon University, Amerika Serikat
  21. New York University, Amerika Serikat
  22. Univerity of Virginia, Amerika Serikat
  23. Rutgers, The State University of New Jersey, Amerika Serikat
  24. Indiana University, Amerika Serikat
  25. University of Florida, Amerika Serikat
  26. Michigan State University, Amerika Serikat
  27. University of Arizona, Amerika Serikat
  28. University of Southern California, Amerika Serikat
  29. Pricenton University, Amerika Serikat
  30. University of California, San Diego, Amerika Serikat
  31. University of North Carolina at Chappel Hill, Amerika Serikat
  32. University of Maryland, Amerika Serikat
  33. University of Chicago, Amerika Serikat
  34. California Institute of Technology, Amerika Serikat
  35. University of Toronto, Kanada
  36. Eidgenössische Technische Hochschule Zürich, Switzerland
  37. Duke University, Amerika Serika
  38. Texas A&M University, Amerika Serikat
  39. Virginia Polytechnic Institute and State University, Amerika Serikat
  40. The University of Edinburgh, Inggris
  41. University of California, Davis, Amerika Serikat
  42. Arizona State University, Amerika Serikat
  43. The Ohio State University, Amerika Serikat
  44. The University of British Columbia, Kanada
  45. University College London, Inggris
  46. University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat
  47. Johns Hopkins University, Amerika Serikat
  48. Universität Wien, Austria
  49. University of Colorado Boulder, Amerika Serikat
  50. North Carolina State University, Amerika Serikat
.
50 Besar Peringkat Perguruan Tinggi Tingkat Asia
Berbeda halnya dengan peringkat perguruan tinggi di Asia. 10 besar perguruan tinggi terbaik di Asia dihuni oleh China. Peking University menduduki peringkat pertama di antara perguruan tinggi di Asia dan disusul oleh Keio University, Jepang sebagai perguruan tinggi terbaik kedua dan National University of Singapore (NUS), Singapura di peringkat ketiga.
Berikut daftar 50 perguruan tinggi terbaik di Asia:
1  Peking University
China

2  Keio University
Japan

3  National University of Singapore
Singapore

4  Shanghai Jiao Tong University
China

5  Fudan University
China

6  The University of Tokyo
Japan

7  Zhejiang University
China

8  Xi’an Jiaotong University
China

9  Nanjing University
China

10  National Taiwan University
Taiwan

11  Tsinghua University
China

12  Indian Institute of Technology Bombay
India

13  Indian Institute of Technology Kanpur
India

14  Indian Institute of Technology Madras
India

15  The University of Hong Kong
Hong Kong

16  Institut Teknologi Bandung
Indonesia

17  The Chinese University of Hong Kong
Hong Kong

18  National Chiao Tung University
Taiwan

19  National Cheng Kung University
Taiwan

20  University of Science and Technology of China
China

21  Kyoto University
Japan

22  Hebrew University of Jerusalem
Israel

23  Wuhan University
China

24  Nanyang Technological University
Singapore

25  King Abdulaziz University
Saudi Arabia

26  Renmin University of China
China

27  Orta Dogu Teknik Üniversitesi
Turkey

28  Universitas Indonesia
Indonesia

29  Nankai University
China

30  The Hong Kong University of Science and Technology
Hong Kong

31  Tel Aviv University
Israel

32  City University of Hong Kong
Hong Kong

33  Anadolu Üniversitesi
Turkey

34  The Hong Kong Polytechnic University
Hong Kong

35  Xiamen University
China

36  National Tsing Hua University
Taiwan

37  Sun Yat-Sen University
China

38  Tongji University
China

39  Shandong University
China

40  Chulalongkorn University
Thailand

41  King Saud University
Saudi Arabia

42  National Central University
Taiwan

43  National Chengchi University
Taiwan

44  Waseda University
Japan

45  Universitas Gadjah Mada
Indonesia

46  Huazhong University of Science and Technology
China

47  Seoul National University
Korea

48  Southeast University
China

49  National Taiwan Normal University
Taiwan

50  Beijing Normal University
China

Hanya tiga perguruan tinggi Indonesia yang masuk 50 besar perguruan tinggi terbaik Asia ini, antara lain Institut Teknologi Bandung (16), Universitas Indonesia (28) dan Universitas Gadjah Mada (45).
.
50 Besar Peringkat Perguruan Tinggi di Indonesia
Jika tiga besar perguruan tinggi terbaik di Asia diduduki Peking University, Keio University dan National University of Singapore, lain halnya di Indonesia. Tiga besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia diduduki oleh perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam daftar 50 besar perguruan tinggi terbaik Asia, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Berikut 50 besar perguruan tinggi terbaik tersebut:
1  Institut Teknologi Bandung
Bandung
2  Universitas Indonesia
Depok
3  Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
4  Universitas Gunadarma
Depok
5  Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung
6  Universitas Diponegoro
Semarang
7  Universitas Sebelas Maret
Surakarta
8  Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
9  Universitas Airlangga
Surabaya
10  Institut Pertanian Bogor
Bogor
11  Universitas Sumatera Utara
Medan
12  Universitas Padjadjaran
Bandung
13  Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta
14  Universitas Brawijaya
Malang
15  Universitas Mercu Buana
Jakarta
16  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Yogyakarta
17  Universitas Kristen Petra
Surabaya
18  Universitas Sriwijaya
Palembang
19  Universitas Surabaya
Surabaya
20  Universitas Muhammadiyah Malang
Malang
21  Universitas Negeri Yogyakarta
Yogyakarta
22  Universitas Bina Nusantara
Jakarta
23  Universitas Muhammadiyah Surakarta
Surakarta
24  Universitas Negeri Malang
Malang
25  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Jakarta
26  Universitas Negeri Semarang
Semarang
27  Universitas Andalas
Padang
28  Universitas Hasanuddin
Makassar
29  Universitas Komputer Indonesia
Bandung
30  Universitas Lampung
Bandar Lampung
31  Universitas Udayana
Badung
32  Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta
33  Universitas Esa Unggul
Jakarta
34  Universitas Bengkulu
Bengkulu
35  Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Yogyakarta
36  Universitas Jember
Jember
37  Universitas Tarumanagara
Jakarta
38  Universitas Trisakti
Jakarta
39  Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
40  Universitas Negeri Surabaya
Surabaya
41  Universitas Sam Ratulangi
Manado
42  Universitas Negeri Padang
Padang
43  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tangerang
44  Universitas Riau
Pekanbaru
45  Universitas Syiah Kuala
Banda Aceh
46  Universitas Negeri Medan
Medan
47  Universitas Paramadina
Jakarta
48  Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja
49  Universitas Trunojoyo
Bangkalan
50  Universitas Mulawarman
Samarinda
Perlu diingat, pemeringkatan ini tidaklah bersifat mutlak dan kemungkinan besar dalam kenyataannya berbeda dengan apa yang tercantum berdasarkan rilis 4ICU di atas. Tapi setidaknya, kita dapat mengetahui dengan jelas posisi perguruan tinggi tertentu di antara perguruan tinggi yang lain. Di samping itu, tentu pasca rilis top colleges and universities ini akan menjadi sebuah ajang koreksi bagi perguruan tinggi yang bersangkutan untuk meningkatkan kualitasnya dan untuk memenuhi perameter pemeringkatan yang dilakukan oleh 4ICU ini.
Setelah melihat pemeringkatan di atas, pada posisi berapakah perguruan tinggi sobat?
.
Sumber: 4icu.org

Wednesday, February 8, 2012

Penghargaan Tiga Pelajar Indonesia Raih Kehormatan di Swiss




LONDON, KOMPAS.com - Tiga mahasiswa Indonesia lulus dengan gelar kehormatan pada program Bachelor of Business Administration Hotel Institute Montreux (HIM), Swiss, sekaligus meraih gelar dari Northwood University di Amerika Serikat (AS) untuk bidang hotel, restoran dan manajemen resor. Ketiga mahasiswa Indonesia itu adalah Nastita Rani Arydayita, Wahyudi Liliana Nurfitria, dan Siahaya Benecia Avilla.
Konselor KBRI Bern Renata Siagian dalam siaran persnya di London, Inggris, Kamis (2/2/2012), mengatakan, ketiga mahasiswa tersebut lulus dual major yang memang dirancang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada program lainnya. Untuk dapat mengikutinya, para siswa harus memiliki nilai minimum tertentu dan di atas rata-rata.
Sebagai lulusan dari HIM, Nastita Rani Arydayita, dan kawan-kawan berharap dapat memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya. Dengan menjadi alumni HIM, mereka akan menjadi bagian dari jaringan alumni HIM yang menjalin karir di lebih dari 50 ribu jaringan hotel ternama di seluruh dunia.
"Hal ini akan dapat membantu pengembangan karir kami di masa depan," ujar Nastita Rani Arydayita.
Adapun sampai saat ini HIM dikenal sebagai salah satu sekolah perhotelan ternama di kawasan wisata Montreux, Swiss. Banyak mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di universitas bergengsi ini. Selain kualitas pendidikannya bermutu, letak kampus ini juga strategis di jantung Montreux, serta memiliki akreditasi internasional sebagai daya tariknya di mata pelajar internasional.
(source : KOMPAS.com)

WNI di Luar Negeri Kini Bisa Kuliah di UT




JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyepakati kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di luar negeri.
Nota kesepahaman peningkatan akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemlu Budi Bowoleksono dan Rektor UT Prof Ir Tian Belawati di kampus UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (7/2/2012).
Dengan kerja sama tersebut, diharapkan WNI di luar negeri dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Saat ini, UT telah membuka layanan pendidikan bagi WNI yang sedang berada di luar negeri, antara lain di Arab Saudi, Singapura, Hongkong, dan Korea Selatan.
Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan operasi Sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh Universitas Terbuka (SPPTTJJ-UT) bagi WNI yang berdomisili di luar negeri. Selain itu, juga untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pengembangan dan penyelenggaraan SPPTTJJ-UT, dan meningkatkan kerja sama teknis dalam bidang penyelenggaraan SPPTTJJ dengan negara lain, khususnya negara-negara berkembang.
Direktorat Kerja Sama Teknik Kemlu menyebutkan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Menlu Marty Natalegawa dengan Rektor UT pada bulan Maret 2011.
(source : KOMPAS.com)

Harus Diakui, Banyak Mahasiswa "Gagap" Menulis





  
MALANG, KOMPAS.com - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, menyatakan dukungannya atas kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kewajiban bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 untuk memublikasikan karya tulis ilmiahnya. Kebijakan Ditjen Dikti tersebut dikeluarkan melalui surat edaran bernomor 152/E/T/2012  tertanggal 27 Januari 2012 yang ditujukan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia.

"Saya memang belum menerima dan membaca surat edaran itu. Tapi saya sangat mendukung kebijakan Dikti itu. Karena sangat mendukung terhadap peningkatan kualitas mahasiswa. Baik untuk S-1, S-2 dan S-3," jelas Rektor UIN Maliki Malang, Prof DR H Imam Suprayogo, kepada Kompas.com, Sabtu (4/2/2012).
Banyak sarjana susah bicara apalagi menulis. Kalau ada kebijakan itu, adalah langkah tepat untuk dilakukan semua kampus di Indonesia
-- Rektor UIN Maliki Malang, Imam Suprayogo
Imam mengungkapkan, saat ini kualitas pemikiran atau ide mahasiswa memang belum mumpuni. Apalagi dalam hal tulis menulis. Tidak semua lulusan sarjana bisa menulis.

"Saya sangat prihatin melihat kondisi itu. Makanya, saya sangat mendukung, dan UIN siap mendukung dan pelaksanakan kebijakan itu," ujarnya.

"Banyak sarjana susah bicara apalagi menulis. Kalau ada kebijakan itu, adalah langkah tepat untuk dilakukan semua kampus di Indonesia. Kalau orang yang lulus sarjana, sama saja dengan yang tidak lulus sarjana, mending tidak usah sekolah," lanjut Imam.

Lebih lanjut, Imam yang pernah meraih rekor Museum Rekor Indonesia karena kebiasannya menulis, mengaku, minimnya budaya menulis di kalangan mahasiswa menyebabkan banyak karya tulis yang ternyata tak asli alias plagiat.

"Hal itu bukan hanya S-1. Tapi S-2 dan S-3 juga banyak, hanya karena untuk meraih gelar saja," tegasnya.

Jurnal terakreditasi

Di UIN Maliki Malang, kata Imam, saat ini ada tiga jurnal yang diakui oleh Dikti. Lainnya, lebih dari 10 jurnal fakultas yang diakui oleh kalangan internal.

"Ada Jurnal Kharokah, jurnal milik Fakultas Humaniora dan Budaya serta jurnal milik Fakultas Psikologi," ujar Imam.

Ketika ditanya apakah akan menemui hambatan untuk menjalankan kebijakan itu, Imam mengatakan, hal itu tak terlalu sulit untuk dilakukan. Sebab, di UIN Maliki Malang, menurutnya, sudah terbangun budaya menulis. Majalah di level jurusan yang dikelola mahasiswa sudah berjalan secara reguler.

"Saya tak akan kerepotan. Karena mahasiswa di UIN tak terlalu banyak. Setiap tahunnya hanya menerima 1.600 mahasiswa baru. Setiap tahunnya meluluskan sarjana 1.200 sarjana, dari 6 fakultas yang ada," katanya.

(source : KOMPAS.com)

Tak Ada Cerita Sekolah Bagus Itu Murah...




 
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: siswa SD


JAKARTA, KOMPAS.com — Penyelenggaraan sekolah dengan label Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) membuat pemerintah merasa serba salah, khususnya mengenai pembiayaan. Ibarat dua sisi mata uang, di satu sisi wajib memenuhi amanat undang-undang (UU), di sisi lainnya pemerintah juga dituntut mengelola pendidikan dengan asas berkeadilan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, jika pemerintah membiayai RSBI secara penuh maka dikhawatirkan itu akan menimbulkan rasa "cemburu" dari sekolah lain yang levelnya berada di bawah RSBI. Menurutnya, biaya mahal merupakan konsekuensi dari pendidikan yang lebih berkualitas.
Ditambah salah, dikurangi salah, dihentikan makin salah. Bagus, mahal itu jelas. Tak ada cerita sekolah bagus itu murah, dan untuk RSBI kita subsidi setengahnya
-- Mohammad Nuh
"Ditambah salah, dikurangi salah, dihentikan makin salah. Bagus, mahal itu jelas. Tak ada cerita sekolah bagus itu murah, dan untuk RSBI kita subsidi setengahnya," ujar Nuh, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/2/2012) malam.

Anggota Komisi X DPR M Nasrudin mengatakan, sesuai amanat UU, pemerintah harus membiayai secara penuh pendidikan di jenjang pendidikan dasar (SD/SMP), termasuk di dalamnya sekolah reguler dan RSBI.

Oleh karena itu, kata Nasrudin, tidak dibenarkan jika kemudian masyarakat dilibatkan membiayai operasional sekolah pada jenjang pendidikan dasar. Hal ini tak terkecuali bagi SD dan SMP berstatus RSBI.

"Prinsip awalnya itu. RSBI atau tidak, kalau jenjang SD/SMP tentu harus dibiayai APBN. Kecuali untuk jenjang SMA, karena UU tidak secara tegas manyampaikan, maka sekolah masih boleh memungut biaya dari masyarakat," kata Nasrudin, Rabu (1/2/2012) malam, di Gedung DPR, Jakarta.

Namun, Nasrudin mengungkapkan, perlu ada evaluasi terhadap kualitas seluruh sekolah berlabel RSBI. Tidak menutup kemungkinan untuk efisiensi anggaran, RSBI yang dinilai memiliki standar rendah akan dicabut label RSBI-nya.

"Harus ada evaluasi. Mungkin juga disederhanakan, dibatasi, dan menunda menambah sekolah RSBI karena ini terkait dengan mutu dan kemampuan daerah," ujarnya.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR, Tubagus Dedi Gumelar, mengatakan, pemerintah harus mampu membuat kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Ia menilai, kebijakan pendidikan saat ini masih menciptakan disparitas di tengah masyarakat. Salah satu indikatornya adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Ia menjelaskan, pemerintah memberikan perhatian yang berbeda karena cenderung mengeksklusifkan RSBI. Berdasarkan pemantauannya, seluruh sekolah yang berlabel RSBI memiliki sarana dan tenaga pendidik kelas satu. Di lain sisi, sekolah dengan standar di bawahnya hanya menyelenggarakan pendidikan dengan sarana dan tenaga pendidik seadanya.
"Harusnya semua memiliki standar yang sama dengan RSBI. Guru yang sarjana, serta sarana dan prasarana yang sama. Kalau tidak, itu namanya diskriminatif," kata Dedi.

(source : KOMPAS.com)

Ini "Link" Daftar Jurnal Ilmiah Terakreditasi di Indonesia

  
KOMPAS.com — Mulai Agustus 2012, para mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 diwajibkan untuk memublikasi karya tulis ilmiahnya sebagai syarat kelulusan. Bagi S-1, diberikan keleluasaan untuk memublikasi ringkasan skripsi atau catatan hasil praktik lapangan secara online. Mahasiswa S-2 diwajibkan memublikasi tulisan di jurnal nasional dan diimbau pada jurnal yang terakreditasi. Adapun mahasiswa S-3 bisa memublikasi tulisan ilmiahnya di jurnal-jurnal internasional.

Lalu, bagaimana bisa mengetahui daftar jurnal yang terakreditasi di Indonesia, baik oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) maupun Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan? Cobalah kunjungi link situs web berikut ini!

LIPI menyediakan sebuah situs web yang berisi segala hal terkait jurnal ilmiah, yaitu http://jurnal.pdii.lipi.go.id/. Pada situs Indonesian Scientific Journal Database (Database Jurnal Ilmiah Indonesia) ini, terdapat bagian di mana kita bisa menemukan daftar jurnal ilmiah yang diakreditasi LIPI dan Ditjen Dikti.

Sebagai informasi, jurnal yang diterbitkan oleh perguruan tinggi dan komunitas ilmiah mengajukan akreditasi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Dikti. Sementara lembaga penelitian mengajukan akreditasi melalui Pusbindiklat Peneliti LIPI.

Seperti dikutip dalam situs web tersebut, hingga Oktober 2009, terdata sekitar 2.100 jurnal berkategori ilmiah. Namun, dari jumlah tersebut, yang masih aktif hanya sekitar 406 jurnal yang telah akreditasi. Adapun untuk jurnal yang berasal dari perguruan tinggi dan profesi ilmiah hasil akreditasi Ditjen Dikti berjumlah 250, dengan kategori penilaian A dan B. Sementara itu, hasil akreditasi LIPI untuk lembaga penelitian sebanyak 156 dengan kategori penilaian A, B, dan C. Untuk kategori C merupakan kategori pembinaan.

Nah, untuk mengetahui lebih jauh daftar jurnal ilmiah yang terakreditasi, klik saja link-link berikut ini:

1. Daftar Jurnal Ilmiah Akreditasi LIPI : http://jurnal.pdii.lipi.go.id/index.php/Daftar-Jurnal-Ilmiah-Akreditasi-LIPI.html

2. Daftar Jurnal Ilmiah Hasil Akreditasi Dikti : http://jurnal.pdii.lipi.go.id/index.php/Daftar-Jurnal-Hasil-Akreditasi-DIKTI.html





(source : KOMPAS.com)